Categories

Hilangnya Estetika Pembangunan Tempat Parkir Dan Perluasan Gedung Serbaguna di UPT PP Mayangan Kota Probolinggo

ppma

Probolinggo – Usaha pemerintah untuk membangun tempat parkir dan perluasan gedung serba guna di Jawa Timur tepatnya pada lokasi UPT PP Mayangan Kota Probolinggo sepertinya perlu diawasi secara ketat baik dari segi perencanaan maupun pelaksanaan pekerjaan, hal ini disampaikan oleh Gatot Soegiyanto selaku ketua LSM B.KPK.RI terkait dengan temuan yang didapat di lokasi pekerjaan milik Dinas Perikanan Dan Kelautan Provinsi Jawa Timur.

Berawal dari dilayangkannya surat dari LSM B.KPK.RI kepada Dinas Perikanan Dan Kelautan Provinsi Jawa Timur perihal penyampaian temuan dugaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spektek, yang mana hingga berita ini dimuat ternyata pihak LSM B.KPK.RI masih belum mendapat respon dari surat yang telah dikirim baik lisan maupun tertulis. “Kami sudah kirim surat ke dinas perikanan dan kelautan untuk menyampaikan temuan kami dan meminta klarifikasi dan konfirmasi, sudah lebih dari satu bulan tapi masih belum ditanggapi” ujar Gatot.

Pekerjaan dengan anggaran sebesar 1,9 M lebih ini menurut Gatot memiliki kualitas yang tidak setara dengan anggaran yang ada, bisa dikatakan estetika pekerjaan ini hampir tidak ada. Gatot juga menjabarkan beberapa temuan yang ada di lokasi, antara lain papan nama proyek tidak terdapat di lokasi, plesteran maupun acian spesi campuran semen dan pasir tidak ada takaran, urugan yang memiliki ketebalan tidak sampai 10cm, hingga tidak dijumpainya tenaga pengawas pada lokasi pekerjaan. Temuan tersebut berdasarkan survei dan investigasi langsung oleh Gatot beserta tim di lokasi pekerjaan tersebut yang mana pada saat itu pekerjaan sedang berlangsung. Gatot menyayangkan bahwa dengan kondisi pekerjaan yang sedemikian itu dikhawatirkan  akan mengurangi mutu dan kualitas konstruksi , apalagi pekerjaan ini masih belum selesai dan digunakan. Terlebih lagi surat yang telah dilayangkan oleh pihak LSM B.KPK.RI kepada Dinas Perikanan Dan Kelautan Provinsi Jawa Timur belum mendapat tanggapan terkait pekerjaan ini.

Wartawan Sorot Jatim juga mencoba meminta pendapat dari Hertanto selaku ketua LSM GEPAR terkait pekerjaan tersebut, menurutnya ini bisa jadi disebabkan karena perencanaan yang tidak efektif, lemahnya pelaksanaan dan pengawasan yang tidak optimal, atau mungkin memang ada “sesuatu” pada pelaksanaan pekerjaan ini terutama pada bagian anggaran sehingga menjadi kesempatan bagi pihak tertentu untuk mengeruk keuntungan yang besar sehingga menyebabkan kualitas bangunan yang buruk atau menyebabkan gagal konstruksi.

Leave a Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>